Hondurans baru saja melakukan pemungutan suara dalam pemilihan umum yang dipenuhi tekanan dari Presiden AS, Donald Trump. Meskipun ada lima kandidat presiden, perhatian publik lebih tertuju pada tiga kandidat utama: Rixi Moncada dari partai Libre (kiri), Salvador Nasralla dari partai Liberal (tengah), dan pengusaha Nasry “Tito” Asfura dari partai Nasional (kanan).
Dukungan Trump dan Ancaman Pemotongan Bantuan
Trump secara terbuka mendukung Asfura dan mengancam akan memotong bantuan finansial ke Honduras jika Asfura kalah. Dalam media sosial, Trump menulis bahwa Amerika Serikat akan “tidak membuang uang untuk pemimpin yang salah”, mengindikasikan potensi pemotongan dana. Tahun fiskal sebelumnya, AS telah mengirim lebih dari $193 juta ke Honduras, sementara tahun ini bantuan yang dikirim sudah lebih dari $102 juta, meskipun ada pemotongan $167 juta untuk 2024-2025.
Moncada menuding tindakan Trump sebagai “intervensi total”, menyebut dukungan kepada Asfura sebagai campur tangan yang tidak pantas. Sementara itu, Asfura menjanjikan “pembangunan dan peluang untuk semua”, meningkatkan investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Namun, partainya telah dilanda skandal dan tuduhan korupsi, termasuk mantan presiden Juan Orlando Hernández yang dipenjara 45 tahun di AS karena penyelundupan narkoba dan senjata.
Kandidat dan Visi Pemerintahan
| Kandidat | Partai | Fokus Kampanye | Janji Utama |
|---|---|---|---|
| Rixi Moncada | Libre | Melindungi kekayaan alam, anti-korupsi | Lawan privatisasi, pemberantasan korupsi |
| Salvador Nasralla | Liberal | Ekonomi terbuka, lapangan kerja | Putus hubungan dengan China & Venezuela |
| Nasry Asfura | Nasional | Investasi dan pembangunan | Peningkatan ekonomi, pekerjaan untuk semua |
Rixi Moncada, pengacara berusia 60 tahun, berjanji melindungi “kekayaan alam” dari ancaman privatisasi dan memberantas korupsi dalam semua bentuk. Nasralla, 72 tahun, yang mencalonkan diri untuk keempat kali, menekankan ekonomi terbuka dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus berencana memutus hubungan dengan China dan Venezuela. Nasralla juga menuduh kemenangannya pada 2017 dicurangi, meski tuduhan itu tidak terbukti.
Pemungutan Suara dan Kondisi Lapangan
Pemungutan suara berlangsung damai, meskipun terdapat beberapa laporan ketidakberesan kecil. Di beberapa lokasi, waktu pemungutan diperpanjang satu jam karena antrean panjang, namun sebagian besar warga berhasil menyalurkan hak pilih mereka tanpa masalah. Semua partai menegaskan akan menghormati hasil, meski Libre menekankan hanya menghitung hasil surat suara final, bukan hasil sementara.
Tantangan Politik dan Stabilitas
Pemilih Honduras juga menaruh perhatian pada beberapa pertanyaan penting:
Apakah hasil akan diumumkan tepat waktu?
Apakah partai penguasa Libre menerima kekalahan jika mereka kalah?
Apakah militer tetap netral, tidak memihak partai manapun?
Tuduhan kecurangan pemilu dari berbagai pihak menimbulkan ketidakpercayaan dan potensi kerusuhan pasca-pemilu. Ana Paola Hall, Ketua Dewan Pemilihan Nasional, memperingatkan semua pihak “jangan memicu konfrontasi atau kekerasan”.
Hubungan Honduras-AS dan Dampak Global
Pemilu ini juga menjadi lensa bagi hubungan Honduras-AS. Trump menekankan kerja sama dengan Asfura untuk melawan “Narkokomunis” dan memerangi perdagangan narkoba. Di sisi lain, ketegangan di Venezuela meningkat karena intervensi militer AS dan pernyataan kontroversial Trump soal menutup ruang udara Venezuela.
Pemilih tidak hanya memikirkan hubungan internasional, tetapi juga masa depan demokrasi dan stabilitas di Honduras. Mereka menuntut transparansi, keadilan, dan kepemimpinan yang mampu menghadirkan pembangunan nyata bagi masyarakat.
Kesimpulan
Pemilihan presiden di Honduras kini menjadi sorotan internasional karena campur tangan eksternal dan tantangan internal. Tiga kandidat utama, Moncada, Nasralla, dan Asfura, memiliki visi berbeda namun sama-sama menargetkan kemajuan dan keamanan ekonomi. Pemilu ini juga akan menguji ketahanan demokrasi Honduras, netralitas militer, dan kemampuan negara menghadapi tekanan global. Dengan proses yang relatif damai, masyarakat tetap berharap hasil akhir mencerminkan keinginan rakyat.